Formulasi dan Evaluasi Sifat Fisik Serum Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dengan Kombinasi Kolagen Sisik Ikan Gurami (Osphronmus goramy Lac.) sebagai Penghambat Bakteri Acne Vulgaris
DOI:
https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v3i2.75Kata Kunci:
Acne Vulgaris, Daun Sirih Hijau, Kolagen, Serum, Sisik Ikan GuramiAbstrak
Acne vulgaris adalah gangguan kulit kronis yang ditandai peradangan akibat produksi sebum berlebih dan kelainan deskuamasi folikel. Alternatif pengobatan menggunakan bahan alami, seperti daun sirih hijau (Piper betle L.) yang mengandung fenol, flavonoid, dan tanin dengan aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Selain itu, sisik ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan sumber kolagen tipe I dengan struktur triple helix yang berpotensi sebagai antiaging. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi serum kombinasi ekstrak daun sirih hijau dan kolagen sisik ikan gurami sebagai penghambat bakteri acne vulgaris. Studi eksperimental laboratorium dilakukan dengan tiga formula berbeda konsentrasi zat aktif. Evaluasi fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat pada hari ke-7, 14, 21, dan 28, serta uji efektivitas antibakteri. Hasil menunjukkan formula terbaik adalah kombinasi ekstrak daun sirih hijau 20% dan kolagen 5% dengan 83,33% parameter stabilitas terpenuhi. Serum ini menghasilkan zona hambat 29,88 mm terhadap bakteri acne vulgaris, meskipun viskositas belum sesuai standar (230–3000 cPs). Dengan demikian, kombinasi tersebut berpotensi sebagai serum antiacne alami yang efektif, namun memerlukan optimasi viskositas
Referensi
Ariyani, N., Lestari, R., & Putri, A. (2023). Evaluasi fisik dan stabilitas sediaan kosmetik berbasis herbal. Jurnal Sains dan Kesehatan, 5(2), 112–120.
Ariyanti, D., Rahmawati, N., & Utami, R. (2020). Serum wajah berbahan alam: formulasi, stabilitas, dan efektivitas. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(2), 101–110.
Fachriyah, E., Handayani, L., & Suryani, A. (2023). Potensi daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai antibakteri dan anti-inflamasi pada sediaan topikal. Jurnal Fitokimia dan Farmasi, 8(1), 45–53.
Fallah, M., Sadeghi, H., & Rahmani, A. (2023). Fish collagen as a natural biomaterial for cosmetic and pharmaceutical applications. International Journal of Biological Macromolecules, 246, 125–135. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2023.125135
Hidayah, N., Prasetyo, A., & Ningsih, R. (2023). Uji daya sebar dan daya lekat sediaan topikal herbal. Jurnal Farmasi Indonesia, 15(1), 55–62.
Hidayah, R., Kusuma, A., & Lestari, P. (2021). Formulasi sediaan kosmetik herbal berbasis serum. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 9(3), 155–163.
Hikmah, S., Wulandari, T., & Ramadhan, D. (2023). Formulasi dan evaluasi fisik sediaan gel serum berbasis ekstrak bunga melati. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 8(1), 33–41.
Irvan, M., Rahmadani, L., & Sari, D. (2023). Potensi aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak sirih hijau, sirih merah dan sirih hitam terhadap Propionibacterium acnes. Jurnal Penelitian Kesehatan, 11(1), 45–54.
Irvan, M., Wulandari, S., & Putra, A. (2022). Potensi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dalam sediaan farmasi. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 9(2), 89–96.
Muthmainnah, N. (2018). Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur. Jurnal Biologi Tropis, 18(2), 123–130.
Pratiwi, D., Susanti, R., & Hidayat, A. (2023). Pengaruh viskositas terhadap stabilitas sediaan kosmetik. Jurnal Teknologi Farmasi, 14(1), 27–36.
Puan, M. D., Siregar, L., & Hapsari, T. (2023). Pemanfaatan kolagen dari sisik ikan gurami (Osphronemus gouramy) sebagai bahan anti-aging alami. Journal of Marine and Fisheries Biotechnology, 5(2), 87–96.
Rahayu, T. (2021). Standarisasi formulasi serum kosmetik herbal. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Rinaldi, A., Sari, M., & Putri, E. (2021). Hubungan pH sediaan topikal dengan keamanan penggunaan pada kulit. Jurnal Kosmetologi Indonesia, 7(1), 15–22.
Sari, N. P., Lestari, R., & Anggraini, F. (2023). Prevalensi acne vulgaris di Indonesia: Analisis epidemiologi dan faktor risikonya. Jurnal Dermatologi Indonesia, 20(1), 33–42.
Seran, A., Wijaya, F., & Sutanto, A. (2020). Acne vulgaris: prevalensi global dan tantangan penanganannya. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 16(4), 221–229.
Sibero, H. T., Putri, D. A., & Nugroho, E. (2019). Faktor internal dan eksternal pemicu timbulnya acne vulgaris. Majalah Ilmiah Kesehatan, 12(2), 89–97.
Tilarso, T., Nugraha, Y., & Setiawan, H. (2022). Evaluasi sifat fisik sediaan serum herbal. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(3), 201–210.
Tutik, H., Wibisono, R., & Kartika, S. (2020). Strategi terapi acne vulgaris: pendekatan umum dan medikamentosa. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 9(2), 77–85.
Wibawa, I. M., & Winaya, I. M. (2019). Anatomi kulit dan patofisiologi jerawat. Jurnal Kedokteran Udayana, 10(1), 15–22.
Yan, H., Guo, S., & Yuan, Y. (2018). Pathogenesis and influencing factor
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Medika Farmaka

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








