Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L)

Penulis

  • Azis Zamzam Mubarok Program Studi Diploma III Farmasi, STIKes Karsa Husada Garut, Garut, Indonesia
  • Nency Wahyuni Program Studi Diploma III Farmasi, STIKes Karsa Husada Garut, Garut, Indonesia
  • Diah Wardani Program Studi Diploma III Farmasi, STIKes Karsa Husada Garut, Garut, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v2i1.35

Kata Kunci:

bonggol pisang, ektrak etanol, salep, stabilitas fisik

Abstrak

Pendahuluan: Luka merupakan keadaan yang sering dialami oleh setiap orang, baik dengan tingkat keparahan ringan, sedang atau berat, luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagai jaringan tubuh. Proses penyembuhan luka terjadi pada jaringan yang rusak dibagi dalam tiga pase yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturasi yang merupakan pemulihan kembali (remodilling) jaringan. Penelitian pada pisang kepok menunjukkan bahwa ekstrak bonggol pisang memiliki aktivitas antimikroba lebih tinggi dibandingkan ekstrak pelepahnya Selain mempercepat penyembuhan luka, bonggol pisang dapat membantu perbaikan struktur kulit yang rusak tanpa bekas luka serta meningkatkan revitalisasi jaringan epidermis, pembentukan fibroblas dan infiltrasi sel radang pada daerah luka sehingga dapat dikembangkan menjadi kosmetik. Metode: hal ini menjadi alasan pembuatan salep yang mengandung ekstrak bonggol pisang dengan formulasi 1 mengandung etanol 1 gr, formulasi 2 mengandung etanool 1,5 gr, dan formulasi 3 mengandung etanol 2 gr. Dengan evaluasi sediaan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan yang di buat meliputi pengujian organoleptis, pengujian homogenitas, pengujian pH, pengujian daya sebar sediaan serta pengujian stabilitas organoleptis sediaan, stabilitas pH sediaan. Hasil: Hasil menunjukan pada pengujian organoleptis hanya 2 formulasi yang memenuhi standar mutu, pada pengujian homogenitas terdapat 2 formulasi yang memenuhi kriteria, pada pengujian pH semua formulasi memenuhi standar mutu, pada pengujian daya sebar sediaan semua formulasi memenuhi kriteria, dan pada pengujian stabilitas terdapat perbedaan pada penyimpanan di bawah paparan sinar matahari namun tidak terjadi perubahan stabilitas pada pH sediaan yang di buat. Kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa semua Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Extrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L). dengan variasi ekstrak bonggol pisang kepok pada F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%) memenuhi persyaratan uji organoleptic, pH (4-7), dan viskositas (2000-5000 mPas) yang baik

Referensi

Ali NW. 2015..Pengaruh Perbedaan Tipe Basis Terhadap Sifat Fisik Sediaan SALEP Ekstrak Etanol Daun Tapak Kuda (Ipomoea pes-caprae (L) Sweet). Pharmacon; 4(3):110-116.

Banker GS and Rhodes CT. 1995. Modern Pharmaceutics, Third Edition. New York: Basel Marcel Dekker Inc

Daisa F, Andrie M and Taurina W. 2017. The Effectiveness Test of Oil Phase Ointment Containing Snakehead Fish (Channa striata) Extract on Open Stage II Acute Wounded Wistar Strain Male Rats. Majalah Obat Tradisional (Traditional Medicine Journal); 22(2):97-102.

Davis S. E., Tulandi S., Datu O., Sangande F., & Pareta D. (2022). Formulasi dan Pengujian Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Dengan Berbagai Variasi Basis Salep. Jurnal Biofarmasetika Tropis. 5(1), 67

Khairunnisa, S.F., Ningtyas, A.A., Haykal, S.A. & Sari, M. 2018 Getah Pohon Pisang (Musa paradisiaca) pada Penyembuhan Luka Soket Pasca Pencabutan Gigi. Jurnal Kedokteran Gigi. 30 (3), 108-113. doi:10.24198/jkg.v30i3.18528.

Lakshmi, V., Agarwal, S.K., Ansari, J.A., Mahdi, A.A. & Srivastava, A.K. 2014. Antidiabetic Potential of Musa paradisiaca in Streptozotocin-induced Diabetic Rats. The Journal of Phytopharmacology JPHYTO. 3 (32), 77-81.

Lestari, T., Yunianto, B., & Winarso, A. (2017). Evaluasi mutu salep dengan bahan aktif temugiring, kencur dan kunyit. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 2(1).

Parwanto ME, Senjaya H and Edy HJ. 2013. Formulasi SALEP Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Tembelekan (Lantana camara L). Pharmacon ;2(3).

Prestianti, I. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Sarang Lebah dan Madu Hutandari Kolaka Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus, Escherichia Coli dan Pseudomonas Aeruginosa (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Sariamanah, W.O.S., Munir, A. & Agriansyah, A. 2016. Karakteristik Morfologi Tanaman Pisang (Musa paradisiaca L.) di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jurnal Ampibi.1 (3), 32-41.

Savitri, A. 2016. Tanaman Ajaib! Basi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Bibit Publisher.

Sjamsuhidajat, R., & Wim, D. J. 2010. Textbook of surgery. Jakarta: EGC.

Susilowati, E. P. (2014). Optimasi sediaan salep yang mengandung eugenol dari isolasi minyak cengkeh (Eugenia caryophylatta Thunb.). Indonesian journal on medical science, 1(2).

Takeo, M., Lee, W. & Ito, M. 2015. Wound Healing and Skin Regeneration. Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine. 5 (1), 1-12. doi:10.1101/cshperspect.a023267.

Zulfa E, Prasetyo TB and Murukmihadi M. 2015. Formulasi Salep Ekstrak Etanolik Daun Binahong (Anrederacordifolia (Ten.) Steenis) Dengan Variasi Basis SALEP. e- Publikasi Fakultas Farmasi;12(2):41-48.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-30 — Diperbaharui pada 2025-08-31

Versi

Cara Mengutip

Mubarok, A. Z., Wahyuni, N., & Wardani, D. (2025). Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Dari Ektrak Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L). Jurnal Medika Farmaka, 2(1), 201–208. https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v2i1.35 (Original work published 30 Juni 2024)