Uji Efektivitas Formulasi Sediaan Patch Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) Sebagai Penyembuh Luka Sayat Pada Kelinci

Penulis

  • Sukmawati Program Studi D-III, STIKES Muhammadiyah Kuningan, Kuningan, Indonesia
  • Anita Safira Program Studi D-III, STIKES Muhammadiyah Kuningan, Kuningan, Indonesia
  • Marini Program Studi D-III, STIKES Muhammadiyah Kuningan, Kuningan, Indonesia
  • Herliningsih Program Studi D-III, STIKES Muhammadiyah Kuningan, Kuningan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v2i1.29

Kata Kunci:

binahong, kelinci, luka sayat, patch

Abstrak

Pendahuluan: Luka merupakan keadaan dimana kontinuitas jaringan rusak oleh trauma dari benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, kimiawi, listrik, radiasi, atau gigitan hewan. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai penyembuh luka adalah daun binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis). Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan uji skrinning dan hasilnya menyatakan bahwa daun binahong mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan triterpenoid yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mengetahui apakah patch daun binahong dapat digunakan sebagai penyembuh luka sayat dengan konsentrasi ekstrak 35%, 40% dan 45%  Metode: metode penelitian secara eksperimental dilaboratorium. Hasil: hasil dari uji efektivitas sediaan patch pada formula F0= luka sayat cukup lama mengering dan tertutup, F1= luka sangat cepat tertutup, F2= luka cukup cepat tertutup dan F3= luka agak lama tertutup. Kesimpulan. Dari ke 4 formula F1 cenderung lebih efektif sebagai penyembuh luka sayat.

Referensi

Andriani, R., Jubir, I., Aspadiah, V., & Fristiohady, A. (2021). Review Jurnal: Pemanfaatan Etosom Sebagai Bentuk Sediaan Patch. Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian, 8(1), 45–57. https://doi.org/10.22236/farmasains.v8i1.5386

Arditanoyo, K. (2016). Optimasi Formula Gel Hand Sanitizer Minyak Atsiri Jeruk Bergamot dengan Eksipien HPMC dan Gliserin. Skripsi. Fakultas Farmasi Program Studi Farmasi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Astuti, S. M. et al. (2011). Determination of saponin compound from Anredera cordifolia (Ten) Steenis plant (binahong) to potential treatment for several diseases. Journal of agricultural science, 3(4), p. 224.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2011). Persyaratan Teknis Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik

Ferdinandez, M. K., Dada, I. K. A. and Damriyasa, I. M. (2013). Bioaktivitas ekstrak daun tapak dara (Catharantus roseus) terhadap kecepatan angiogenesis dalam proses penyembuhan luka pada tikus wistar. Indonesia Medicus Veterinus, 2(2), pp. 180–190.

Paramita, A. (2016). Pengaruh pemberian salep ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) terhadap kepadatan kolagen tikus putih (Rattus norvegicus) yang mengalami luka bakar (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Pusparani, G., Desnita, E., & Edrizal, E. (2018). Pengaruh Ekstrak Daun Andong Merah Cordyline fruticosa (L) A. Chev Terhadap Kecepatan Penutupan Luka secara Topikal pada Mencit Putih (Mus musculus). B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 3(1), 59–67. https://doi.org/10.33854/jbdjbd.39

Sinala, S. (2021). Formulasi patch antipiretik yang mengandung ekstrak cocor bebek (. XVII(1), 36–42.

Wahyuningsih, S. (2022). Formulasi Dan Efektifitas Krim Antijerawat Dari Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Dengan Emulgator Anionik Terhadap Bakteri Propionibacterium acne Secara In Vivo (Doctoral dissertation, Stikes Karya Putra Bangsa Tulungagung).

Wardhani, R. P. (2016). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) terhadap Reepitalisasi Kulit Pasca Luka Bakar Derajat II Tikus Sprague dawley (Skripsi, FKIK UIN Jakarta).

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-30 — Diperbaharui pada 2025-08-31

Versi

Cara Mengutip

Sukmawati, Safira, A., Marini, & Herliningsih. (2025). Uji Efektivitas Formulasi Sediaan Patch Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) Sebagai Penyembuh Luka Sayat Pada Kelinci. Jurnal Medika Farmaka, 2(1), 159–164. https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v2i1.29 (Original work published 30 Juni 2024)