Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Etanol Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Terhadap Bakteri Staphylococus Aureus Dan Escherichia Coli Dengan Metode Difusi Agar
DOI:
https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v2i1.34Kata Kunci:
daya hambat, Musa paradisiaca, Staphylococus aureus, Escherichia coliAbstrak
Pendahuluan: Tanaman obat yang mempunyai kegunaan dan nilai lebih dalam pengobatan tradisonal terhadap penyakit. Salah satunya tanaman pisang kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai pengobatan herbal tanaman pisang kepok merupakan tanaman perdu tahunan, Tumbuhan ini memiliki sistem akar dan rimpang Berbuah hanya sekali (buah tunggal) kemudian mati. Tanaman pisang mengandung senyawa seperti golongan flavonoid, saponin, tanin, dan streoid. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan adalah metode eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etenol bonggol pisang kepok (Musa paradisiaca L.) uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar. Pada penelitian ini ekstrak etanol bonggol pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dengan konsentrasi μ2, μ4, dan μ6 terhadap bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli. Hasil: Pada bakteri Staphylococus aureus dengan konsentrasi μ2 rata-rata diameter hambat yang dihasilkan 3,03 mm, konsentrasi μ4 diameter hambat yang dihasilkan 6,4 mm, konsentrasi μ6 diameter hambat yang dihasilkan 8,3 mm. Pada bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi μ2 rata-rata diameter yang dihasilkan 6,7 mm, konsentrasi μ4 diameter hambat yang dihasilkan 7,7 mm, konsentrasi μ6 diameter hambat yang dihasilkan 8,2 mm. Ketiga konsentrasi tersebut memiliki efek antibakteri yang Resistant 14 mm. Kesimpulan. Ekstrak etanol bonggol pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pada konsentrasi μ2, μ4, dan μ6 ekstrak etanol boggol pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dengan rata-rata diameter hambat 3,03 mm, 6,4 mm dan 8,3 mm ketiga konsentrasi ini memiliki efek antibakteri resistent 14 mm.
Referensi
Ahmadiyah, Y. (2015). Optimasi sinar laser dioda 405 nm untuk penonaktifan biofilm bakteri Staphylococcus epidermidis (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Ariani, N., & Niah, R. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok Mentah Secara in Vitro. Jurnal Ilmiah Manuntung, 5(2), 161-166.
Azizah, A. N., Yahya, A., & Risandiansyah, R. (2020). Efek Kombinasi Fraksi Alkaloid Ekstrak Imperata cylindrica L. dengan Amoksisilin atau Kloramfenikol terhadap Daya Hambat Staphylococcus aureus. Jurnal Bio Komplementer Medicine, 7(2).
Azizah, N.G. (2016) Analisis Ekstrak Batang dan Akar Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans. Skripsi. Universitas Hasanuddin Makassar.
Dima, L. L. R. H. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L) Terhadap Bakteri Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(2), 282–289.
Dimas, N. S. (2011). Studi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Dan Antibiotika Pada Pasien Dengan Diagnosa Tuberkulosis Paru Komorbid Pneumonia Penelitian dilakukan di Ruang Rekam Medik RSU Dr. Saiful Anwar Malang (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Ginarana, A. (2019). Uji aktivitas antibakteri formulasi gel ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap Staphylococcus aureus, (Skripsi, Fakultas Kedokteran , Universitas Lampung)
Lakshmi, V., Agarwal, S.K., Ansari, J.A., Mahdi, A.A. & Srivastava, A.K. (2014) Antidiabetic Potential of Musa paradisiaca in Streptozotocin-induced Diabetic Rats. The Journal of Phytopharmacology JPHYTO. 3 (32), 77-81.
Ningsih, A.P., Nurmiati & Agustien, A. (2013) Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kental Tanaman Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca Linn.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Biologi Universitas Andalas. 2 (3), 207-213.
Novaryatiin, Pratomo, Yunari (2018). Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Jeragau Hijau terhadap Stapyhlococcus aureus. Borneo Jurnal of Pharmacy, 1 (1), 11-15.
Paju, N., Yamlean, P. V., & Kojong, N. (2013). Uji efektivitas salep ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus. Pharmacon, 2(1).
Priosoeryanto, B.P., Putriyanda, N., Listyanti, A. R., Juniantita, V., Wientarsih, I., Prasetyo, B.F. & Tiuria, R. (2007) The Effect of Ambon Banana Stem Sap (Musa paradisiaca forma typica) On The Acceleration of Wound Healing Process in Mice (Mus musculus albinus). Journal of Agriculture and Rural Development in the Tropics and Subtropics. German Institute for Tropical and Subtropical Agriculture, pp. 1-194.
Saraswati, F. N. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Limbah Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa balbisiana) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acne). Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Sumampouw, O. J. (2018). Uji sensitivitas antibiotik terhadap bakteri escherichia coli penyebab diare balita di kota manado. Journal of Current Pharmaceutical Sciences, 2(1), 104-110.
Venkatesh, R., Krisna, V., Krishnamurthy, G.K., Pradeepa, K. & Kumar, S.R.S.(2013) Antibacterial Activity of Ethanol Extract of Musa paradisiaca cv. Puttabale and Musa acuminate CV. Grand Naine. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 6 (2), 167-170.








