Evaluasi Kinerja Apotek Cigadung Menggunakan Pendekatan Balance Scorecard
Evaluasi Kinerja Apotek Cigadung Menggunakan Pendekatan Balance Scorecard
DOI:
https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v3i3.79Kata Kunci:
Apotek, Balance scorecard, Evaluasi, PelayananAbstrak
Kinerja organisasi (salah satunya apotek) dapat dinilai melalui berbagai pendekatan, salah satunya adalah Balance Scorecard (BSC). Pengukuran kinerja apotek menjadi aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan apotek. Apotek Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Apotek Cigadung berdasarkan empat perspektif Balance Scorecard: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Sampel pelanggan sebanyak 95 responden diperoleh secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif keuangan, nilai Net Profit Margin (NPM) sebesar 8%, Return on Investment (ROI) sebesar 47%, dan Return on Equity (ROE) sebesar 26%. Perspektif pelanggan menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan dalam kategori puas. Perspektif proses bisnis internal menunjukkan waktu tunggu pelayanan resep sesuai standar Permenkes. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan juga menunjukkan hasil yang cukup baik. Kinerja Apotek Cigadung dinilai baik berdasarkan empat perspektif Balance Scorecard.
Kata Kunci : Apotek, Balance Scorecard, Evaluasi, Pelayanan.
Referensi
Aini, J., Muthoharoh, A., & Permadi, Y. W. (2023, November). Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Leaflet Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Kelas Prolanis Puskesmas Wonokerto 1. In Prosiding Seminar Nasional Unimus (Vol. 6).
Audystivirani, K. G., & Mursiany, A. (2025). Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Armada Kabupaten Wonogiri. Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 14(1), 64-72.
Feneranda, E., Pambudi, R. S., & Septiana, R. (2021). Gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Sehati Surakarta selama masa pandemi covid-19. Senriabdi, 789-797.
Fitriani, N., & Handayani, R. (2021). Analisis kinerja organisasi dengan pendekatan Balance Scorecard pada apotek. Jurnal Manajemen dan Kesehatan, 9(2), 112–120.
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1992). The Balanced Scorecard: Measures that drive performance. Harvard Business Review, 70(1), 71–79.
Kasmir. (2017). Analisis laporan keuangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Mai, S., & Iba, Z. (2021). Pengaruh gaji, promosi jabatan, dan rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Bireuen. IndOmera, 2(3), 12-20.
Oktaviani, I., & Sumarlinda, S. (2021). Penerapan Metode PIECES pada Analisis Sistem Informasi Manajemen Apotek. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 11(1), 54-58.
Sari, D. P. (2020). Penerapan Balance Scorecard dalam pengukuran kinerja apotek. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(1), 45–53.
Syahputra, M. D., & Tanjung, H. (2020). Pengaruh kompetensi, pelatihan dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 3(2), 283-295.
Wiyono, S. (2025, September). Analisis Kualitas Layanan di UPTD Puskesmas Wiyung dalam Rangka Peningkatan Kepuasan Pasien. In Seminar Nasional Manajemen (Vol. 10, No. 1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Medika Farmaka

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








