Gambaran Protein Urine pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cikajang
DOI:
https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v1i3.17Kata Kunci:
Protein Urin, Diabetes Melitus, Tipe 2Abstrak
Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 adalah jenis yang paling sering didapatkan. Pada penderita diabetes mellitus tipe 2 pankreas masih bisa membuat insulin, tetapi kualitas insulinnya buruk dan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga glukosa dalam darah meningkat. Adanya protein di dalam urin disebabkan oleh kebocoran protein plasma dari glomerulus. Proteinuria yang terdeteksi secara klinis merupakan hal yang abnormal dan biasanya merupakan penanda dini penyakit ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil pemeriksaan protein urine pada pederita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cikajang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil gambaran kadar protein urine pada penderita Diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cikajang Metode: penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebnayak 7.338 Orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebnayak 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar protein urine pada penderita DM tipe 2 yang diperiksa dengan menggunakan metode carik celup. Hasil: Hasil penelitian ini didapat hasil negatif (-) 19 orang (64%), trace (±) 8 orang (26%), positif 1 (+) 2 orang (7%), positif 2 (++) 1 orang (3%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini lebih banyak hasil yang protein urine negatif dibandingkan dengan protein urine positif.. Kesimpulan. Didapat kesimpulan bahwa pada penelitian ini lebih banyak hasil yang protein urine negatif dibandingkan dengan protein urine positif.
Referensi
Aitekenov, S., Gaipov, A., & Bukasov, R. (2021). Detection and quantification of proteins in human urine. Talanta, 223, 121718.
Akbar, M. I. A. (2020). SLE dalam Kehamilan. Airlangga University Press.
Alelo, R. R. S. (2018). Efektivitas Larutan Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) sebagai Alternatif Reagen Pemeriksaan Protein Urine. In Politeknik Kesehatan Kendiri.
Aryndra, R., Kabosu, S., Adu, A. A., Andolita, I., Hinga, T., Studi, P., & Kesehatan, I. (2019). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Maelitus Tipe Dua Di Rs Bhayangkara Kota Kupang. 1(1), 11–23.
Hardianto, D. (2020). Telaah Komprehensif Diabetes Melitus: A, Gejala, Diagnosis,A Pencegahan, Dan Pengobatan. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (Jbbi), 7(2), 304–317. Https://Doi.Org/10.29122/Jbbi.V7i2.4209
Komariah, K., & Rahayu, S. (2020). Hubungan usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di klinik pratama rawat jalan proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 41-50.
Maharani, I., Dwi, B., & Janes, C. (2022). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetus Mellitus Dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Type Ii Di Rumah Sakit Prof Dr. Soekandar Mojokerto (Doctoral dissertation, Perpustakaan Universitas Bina Sehat).
Nurhayati, E., & Purwaningsih, I. (2018). Gambaran Protein Urin Dan Glukosa Urin Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Persadia Rsu Santo Antonius Pontianak. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, 1(2), 104. Https://Doi.Org/10.30602/Jlk.V1i2.145
Sari, P. S., Kesuma, S., & Hartono, A. R. (2023). Perbedaan Kimia Urine Pada Ibu Hamil Trimester 3 dengan Menggunakan Metode Carik Celup dan Metode Otomatis. Borneo Journal of Science and Mathematics Education, 3(3), 117-132.
Siregar, M. W. D. (2019). Pemeriksaan Protein Urine Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rsup H. Adam Malik Medan. Karya Tulis Ilmiah, 15–44.
Sujana, D., Saptarini, N. M., Sumiwi, S. A., & Levita, J. (2021). Nephroprotective activity of medicinal plants: A review on in silico-, in vitro-, and in vivo-based studies. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 11(10), 113-127.








